Sabtu, 11 November 2017

Animasi Media Pembelajaran Matematika dan IPA di SD

Animasi Media Pembelajaran Matematika dan IPA di SD - Dalam penyampaian materi pelajaran di kelas seorang guru diperlukan untuk menggunakan alat peraga dan alat peraga tersebut berfungsi untuk  memperjelas guru dalam menyampaikan materi pelajaran.

Penggunaan media pembajaran sangat diperlukan dalam kaitannya dengan peningkatan mutu pendidikan khususnya dalam pembelajaran membaca puisi. Menurut Achsin (1986:17-18) menyatakan bahwa tujuan penggunaan media pengajaran dengan tujuan:
  1. Agar proses belajar mengajar yang sedang berlangsung dapat berjalan dengan tepat guna dan berdaya guna;
  2. Untuk mempermudah bagi guru/pendidik daiam menyampaikan informasi materi kepada anak didik,
  3. Untuk mempermudah bagi anak didik dalam menyerap atau menerima serta memahami materi yang telah disampaikan oleh guru/pendidik,
  4. Untuk dapat mendorong keinginan anak didik untuk mengetahui lebih banyak dan mendalam tentang materi atau pesan yang disampaikan oleh guru/ pendidik,
  5. Untuk menghindarkan salah pengertian atau salah paham antara anak didik yang satu dengan yang lain terhadap materi atau pesan yang disampaikan oleh guru/pendidik.


Sedangkan Sudjana, dkk. (2002:2) menyatakan tentang tujuan pemanfaatan media adalah :
  1. Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menimbulkan motivasi,
  2. Bahan pelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami,
  3. Metode mengajar akan lebih bervariasi, dan
  4. Siswa akan lebih banyak melakukan kegiatan belajar.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa tujuan penggunaan media pembelajaran adalah:
  1. Efektivitas dan efisiensi dalam kegiatan belajar mengajar,
  2. Meningkatkan motivasi belajar siswa,
  3. Variasi metode pembelajaran, dan
  4. Peningkatan aktivasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar.
Manfaat Secara umum manfaat penggunaan media pengajaran dalam kegiatan belajar mengajar, yaitu
  1. Media pengajaran dapat menarik dan memperbesar perhatian anak didik terhadap materi pengajaran yang disajikan,
  2. Media pengajaran dapat mengatasi perbedaan pengalaman belajar anak didik berdasarkan latar belakang sosil ekonomi,
  3. Media pengajaran dapat membantu anak didik dalam memberikan pengalaman belajar yang sulit diperoleh dengan cara lain,
  4. Media pengajaran dapat membantu perkembangan pikiran anak didik secara teratur tentang hal yang mereka alami dalam kegiatan belajar mengajar mereka, misalnya menyaksikan pemutaran film tentang suatu kejadian atau peristiwa. rangkaian dan urutan kejadian yang mereka saksikan dan pemutaran film tadi akan dapat mereka pelajari secara teratur dan berkesinambungan,
  5. Media pengajaran dapat menumbuhkan kemampuan anak didik untuk berusaha mempelajari sendiri berdasarkan pengalaman dan kenyataan,
  6. Media pengajaran dapat mengurangi adanya verbalisme dalam suatu proses (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka) (Latuheru, 1988:23-24).
Sedangkan menurut Sadiman, dkk. (2002:16), media pengajaran dapat mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera, misalnya
  1. Obyek yang terlalu besar bisa digantikan dengan realita, gambar, film, atau model
  2. Obyek yang kecil bisa dibantu dengan menggunakan proyektor, gambar,
  3. Gerak yang terlalu cepat dapat dibantu dengan timelapse atau high-speed photography,
  4. Kejadian atau peristiwa di masa lampau dapat ditampilkan dengan pemutaran film, video, foto, maupun VCD,
  5. Objek yang terlalu kompleks (misalnya mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram, dan lain-lain, dan;
  6. Konsep yang terlalu luas (misal gunung berapi, gempa bumi, iklim, dan lain-lain) dapat divisualisasikan dalam bentuk film, gambar, dan lain-lain.
Dalam proses belajar mengajar perlu direncanakan dan dirancang secara sistematik agar media pembelajaran itu efektif untuk digunakan dalam proses belajar mengajar. Ada beberapa pola pemanfaatan media pembelajaran, yaitu :
  1. Pemanfaatan media dalam situasi kelas atau di dalam kelas, yaitu media pembelajaran dimanfaatkan untuk menunjang tercapainya tujuan tertentu dan pemanfaatannya dipadukan dengan proses belajar mengajar dalam situasi kelas,
  2. Pemanfaatan media di luar situasi kelas atau di luar kelas, meliputi; (a) Pemanfaatan secara bebas yaitu media yang digunakan tidak diharuskan kepada pemakai tertentu dan tidak ada kontrol dan pengawasan dad pembuat atau pengelola media, serta pemakai tidak dikelola dengan prosedur dan pola tertentu, dan (b) pemanfaatan secara terkontrol yaitu media itu digunakan dalam serangkaian kegiatan yang diatur secara sistematik untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan untuk dipakai oleh sasaran pemakai (populasi target) tertentu dengan mengikuti pola dan prosedur pembelajaran tertentu hingga mereka dapat mencapai tujuan pembelajaran tersebut,
  3. Pemanfaatan media secara perorangan, kelompok atau massal, meliputi (a) Pemanfaatan media secara perorangan, yaitu penggunaan media oleh seorang saja (sendirian saja), dan (b) Pemanfaatan media secara kelompok, baik kelompok kecil (2—8 orang) maupun kelompok besar (9—40 orang),
  4. Media pembelajaran dapat juga digunakan secara massal, artinya media dapat digunakan oleh orang yang jumlahnya puluhan, ratusan bahkan ribuan secara bersama-sama. Berdasarkan pendapat tersebut di atas, dapat dikatakan bahwa seorang guru dalam memanfaatkan suatu media untuk digunakan dalam proses belajar mengajar harus memperhatikan beberapa hal, yaitu:
  • Tujuan pembelajaran yang akan dicapai,
  • Isi materi pelajaran,
  • Strategi belajar mengajar yang digunakan,
  • Karakteristik siswa yang belajar.
Karakteristik siswa yang belajar yang dimaksud adalah tingkat pengetahuan siswa terhadap media yang digunakan, bahasa siswa, artinya isi pesan yang disampaikan melalui media harus disesuaikan dengan tingkat kemampuan berbahasa atau kosakata yang dimiliki siswa sehingga memudahkan siswa dalam memahami isi materi yang disampaikan melalui media. Selain itu, penting juga untuk memperhatikan jumlah siswa. Artinya media yang digunakan hendaknya disesuaikan dengan jumlah siswa yang belajar.

Untuk melengkapi beberapa hal penjelasan di atas berikut ini telah kami sediakan link download Animasi Media Pembelajaran Matematika dan IPA di SD yang dapat dipergunakan dari kelas 1 sampai dengan kelas 6.

  1. Animasi IPA cahaya.rar 
  2. Animasi IPA bunyi.rar 
  3. Animasi IPA benda padat, cair dan gas.rar 
  4. Animasi IPA benda di sekitar kita.rar 
  5. Animasi Bank Soal IPA Kelas 2.rar 
  6. Animasi soal ipa kelas 6.rar 
  7. Animasi soal ipa kelas 5.rar 
  8. Animasi soal ipa kelas 4.rar 
  9. Animasi soal ipa kelas 3.rar 
  10. Animasi soal ipa kelas 2.rar 
  11. Animasi soal ipa kelas 1.rar 
  12. Animasi Mtk uang kertas dan logam.rar 
  13. Animasi Mtk tangram.rar 
  14. Animasi Mtk neraca dan timbangan.rar 
  15. Animasi Mtk mistar bilangan bulat.rar 
  16. Animasi Mtk Media Pembelajaran Kartu Bilangan.rar 
  17. Animasi Mtk kotak pembagian.rar 
  18. Animasi Mtk domino pecahan.rar 
  19. Animasi Mtk dekak-dekak.rar 
  20. Animasi Mtk bilangan romawi.rar 
  21. Animasi Mtk blok pecahan.rar 
  22. Animasi Mtk Berat & Waktu.rar 
  23. Animasi Mtk Batang Bilangan.rar 
  24. Animasi IPA tubuh kita.rar 
  25. Animasi IPA tanah & batuan.rar 
  26. Animasi IPA planet & tata surya.rar 
  27. Animasi IPA pesawat sederhana.rar 
  28. Animasi IPA organ tubuh manusia.rar 
  29. Animasi IPA matahari, bumi, bulan.rar 
  30. Animasi IPA makhluk hiidup.rar 
  31. Animasi IPA magnet.rar 
  32. Animasi IPA gaya dan gerak.rar 
  33. Animasi IPA energi listrik.rar 
  34. Animasi IPA energi dan sumber.rar
Dengan materi Animasi Media Pembelajaran Matematika dan IPA di SD ini diharapkan pelaksanaan pembelajaran semakin lancar. 
Blog Edukasi Partner.


EmoticonEmoticon