Sabtu, 01 Juli 2017

Format Supervisi Kepala Sekolah - SD-SMP-SMA-SMK

Menurut Daresh, 1989, Glickman, et-al; 2007 - Supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan yang dilaksanakan guru untuk membantu mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Supervisi akademik menurut (Weingartner, 1973; Alfonso dkk., 1981; dan Glickman, et al; 2007) merupakan salah satu (fungsi mendasar (essential function) dalam keseluruhan program sekolah. Hasil supervisi akademik berfungsi sebagai sumber informasi bagi pengembangan profesionalisme seorang guru.
Sebagai kelengkapan dan menurut Sergiovanni (1987)  Supervisi akademik tidak terlepas dari penilaian kinerja  guru dalam mengelola pembelajaran. Sergiovanni (1987) menegaskan bahwa refleksi praktis penilaian kinerja guru dalam supervisi akademik adalah melihat kondisi nyata kinerja guru untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan, misalnya apa yang sebenarnya terjadi di dalam kelas?, apa yang sebenarnya dilakukan oleh guru dan siswa di dalam kelas?, aktivitas-aktivitas mana sajakah dari keseluruhan aktivitas di dalam kelas itu yang bermakna bagi guru dan siswa?, apa yang telah dilakukan guru dalam mencapai tujuan akademik?, apa kelebihan dan kekurangan guru dan bagaimana cara mengembangkannya?. 



Berdasarkan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan ini akan diperoleh informasi mengenai kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran. Namun satu hal yang perlu ditegaskan di sini, bahwa setelah melakukan penilaian kinerja berarti selesailah pelaksanaan supervisi akademik, melainkan mesti harus dilanjutkan dengan kegiatan tindak lanjutnya berupa pembuatan program supervisi akademik dan melaksanakannya dengan sebaik-baiknya.

Tujuan supervisi akademik adalah:
  1. membantu guru mengembangkan kompetensinya,
  2. mengembangkan kurikulum,
  3. mengembangkan kelompok kerja guru, dan membimbing penelitian tindakan kelas (PTK) (Glickman, et al; 2007, Sergiovanni, 1987).

Prinsip-prinsip supervisi akademik yang diterapkan di sekolah meliputi:
  1. Praktis, artinya mudah dikerjakan sesuai kondisi sekolah.
  2. Sistematis, artinya dikembangan sesuai perencanaan program supervisi yang matang dan tujuan pembelajaran.
  3. Objektif, artinya masukan sesuai aspek-aspek instrumen.
  4. Realistis, artinya berdasarkan kenyataan sebenarnya.    
  5. Antisipatif, artinya mampu menghadapi masalah-masalah yang mungkin akan terjadi.
  6. Konstruktif, artinya mengembangkan kreativitas dan inovasi guru dalam mengembangkan proses pembelajaran.
  7. Kooperatif, artinya ada kerja sama yang baik antara supervisor dan guru dalam mengembangkan pembelajaran.
  8. Kekeluargaan, artinya mempertimbangkan saling asah, asih, dan asuh dalam mengembangkan pembelajaran.
  9. Demokratis, artinya supervisor tidak boleh mendominasi pelaksanaan supervisi akademik.
  10. Aktif, artinya guru dan supervisor harus aktif berpartisipasi.
  11. Humanis, artinya mampu menciptakan hubungan kemanusiaan yang harmonis, terbuka, jujur, ajeg, sabar, antusias, dan penuh humor
  12. Berkesinambungan (supervisi akademik dilakukan secara teratur dan berkelanjutan oleh Kepala sekolah).
  13. Terpadu, artinya menyatu dengan dengan program pendidikan.
  14. Komprehensif, artinya memenuhi ketiga tujuan supervisi akademik di atas (Dodd, 1972).


Dalam pelaksanaan kurikulum materi Supervisi Kepala Sekolah terbagi menjadi 2 yaitu:
1). Instrumen supervisi Kurikulum 2006 Terdiri Dari:

  • Instrumen Penilaian Silabus
  • Instrumen Penilaian RPP
  • Instrumen supervisi kegiatan pembelajaran
  • Instrumen Monitoring Administrasi Pembelajaran  SD/SMP/SMA/SMK
  • Instrumen Monitoring Administrasi Khusus  Guru BK SD/SMP/SMA/SMK

Format Supervisi Kurikulum 2006 Link Download

2). Instrumen supervisi Kurikulum 2013 Terdiri Dari:
  • Instrumen Supervisi RPP
  • Instrumen supervisi kegiatan pembelajaran SD/SMP/SMA/SMK
  • Instrumen Monitoring Administrasi Pembelajaran SD/SMP/SMA/SMK
  • Instrumen Monitoring Administrasi Khusus  Guru BK SMP/SMA/SMK

Format Supervisi Kurikulum 2013 Link Download


Semoga dengan adanya materi Supervisi Kepala Sekolah ini dapat sebagai contoh bapak/ibu kepala sekolah dalam membuat formatnya atau dapat juga dipergunakan sebagai perbandingan


Materi ini dapat juga dilihat pada:  http://ainamulyana.blogspot.com

Blog Edukasi Partner.


EmoticonEmoticon