Minggu, 14 Januari 2018

Buku Guru dan Siswa KK 2013 Revisi 2017 Kelas 1 Semester 2

Buku Guru dan Siswa KK 2013 Revisi 2017 Kelas 1 Semester 2

Daftar Tema dan Subtema Kurikulum 2013 Kelas 1 Semester II:
Tema 5  : Pengalamanku
(Subtema 1) Pengalaman Masa Kecil
(Subtema 2) Pengalaman Bersama Teman
(Subtema 3) Pengalaman di Sekolah
(Subtema 4) Pengalaman yang Berkesan
Download POS Ujian Tahun 2018
Tema 6  : Lingkungan Bersih, sehat dan Asri
(Subtema 1) Lingkungan Rumahku
(Subtema 2) Lingkungan Sekitar Rumahku
(Subtema 3) Lingkungan Sekolahku

(Subtema 4) Bekerja Sama Menjaga Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan
Add caption

Buku Guru dan Siswa KK 2013 Revisi 2017 Kelas 1 Semester 2

Tema 7  : Benda, Hewan dan Tanaman di Sekitarku
(Subtema 1) Benda Hidup dan Tak Hidup di Sekitar Kita
(Subtema 2) Hewan di Sekitarku
(Subtema 3) Tanaman di Sekitarku
(Subtema 4) Bentuk, Warna, Ukuran, dan Permukaan Benda
Menu Download Modul PPK Kurikulum 2013 Revisi terbaru
Tema 8  : Peristiwa Alam
(Subtema 1) Peristiwa Siang dan Malam
(Subtema 2) Kemarau
(Subtema 3) Penghujan

(Subtema 4) Bencana Alam
Berikut link download Buku Guru dan Siswa KK 2013 Revisi 2017 Kelas I Semester 2:
Buku Siswa Kelas I Tema 8 Revisi 2017.pdf 
Buku Siswa Kelas I Tema 7 Revisi 2017.pdf 
Buku Siswa Kelas I Tema 6 Revisi 2017.pdf 
Buku Siswa Kelas 1Tema 5 Revisi 2017.pdf 
Buku Guru Kelas I Tema 8 Revisi 2017.pdf 
Buku Guru Kelas I Tema 7 Revisi 2017.pdf 
Buku Guru Kelas I Tema 6 Revisi 2017.pdf 
Buku Guru Kelas 1Tema 5 Revisi 2017.pdf
Semoga Buku Guru dan Siswa KK 2013 Revisi 2017 Kelas I Semester 2 ini dapat dipergunakan sebelum buku pesanan dikirim ke sekolah, serta dapat dipergunakan untuk menyusun berbagai kebutuhan administrasi.

Selasa, 19 Desember 2017

POS Ujian Nasional (POSUN) Tahun 2018

PENGERTIAN POS UJIAN NASIONAL (POS UN)

Dalam Prosedur Operasional Standar ini yang dimaksud dengan:


  1. Satuan Pendidikan adalah satuan pendidikan dasar dan menengah yang meliputi Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), Sekolah Menengah Pertama Teologi Kristen (SMPTK), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), Sekolah Menengah Pertama Terbuka (SMPT), Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA)/Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK)/Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB), dan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK), Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM), Sekolah Menengah Atas Terbuka (SMAT), dan Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK), serta lembaga pendidikan yang menyelenggarakan Program Paket B/Wustha dan Program Paket C/Ulya.
  2. Satuan Pendidikan Kerja Sama, yang selanjutnya disebut SPK, adalah satuan pendidikan yang diselenggarakan atau dikelola atas dasar kerja sama antara Lembaga Pendidikan Asing (LPA) yang terakreditasi/diakui di negaranya dengan Lembaga Pendidikan di Indonesia (LPI) pada jalur formal dan nonformal yang sesuai dengan ketentuan perundang undangan.
  3. Pendidikan Kesetaraan adalah pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan setara SMP/MTs dan SMA/MA mencakup Program Paket B/Wustha dan Program Paket C/Ulya.
  4. Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan
  5. Program Wustha adalah pendidikan dasar tiga tahun pada Pondok Pesantren Salafiyah setingkat Program Paket B dengan kekhasan pendalaman pendidikan agama Islam.
  6. Program Ulya adalah pendidikan dasar tiga tahun pada Pondok Pesantren Salafiyah setingkat Program Paket C dengan kekhasan pendalaman pendidikan agama Islam.
  7. Ujian Sekolah Berstandar Nasional yang selanjutnya disebut USBN adalah kegiatan pengukuran capaian kompetensi siswa yang dilakukan sekolah untuk seluruh mata pelajaran dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar, kecuali mata pelajaran Muatan Lokal (Mulok).
  8. Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN adalah kegiatan pengukuran capaian kompetensi lulusan pada mata pelajaran tertentu secara nasional dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan.
  9. Ujian Nasional Berbasis Komputer yang selanjutnya disebut UNBK adalah ujian yang menggunakan komputer sebagai media untuk menampilkan soal dan proses menjawabnya.
  10. Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil yang selanjutnya disebut UNKP adalah ujian nasional yang menggunakan naskah soal dan Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN) berbasis kertas dan menggunakan pensil.
  11. Tim Teknis UNBK adalah petugas di provinsi dan Kabupaten/Kota yang diberi kewenangan sebagai koordinator teknis dalam melakukan verifikasi sekolah/madrasah sebagai pelaksana UNBK.
  12. Proktor adalah petugas yang diberi kewenangan untuk menangani aspek teknis pelaksanaan UNBK di ruang ujian.
  13. Teknisi adalah petugas pengelola laboratorium komputer (pranata komputer) di sekolah/madrasah yang melaksanakan UNBK.
  14. Pengawas Ujian adalah guru yang diberi kewenangan untuk mengawasi dan menjamin kelancaran pelaksanaan UNBK atau UNKP di ruang ujian.
  15. 15. Ujian Nasional untuk Pendidikan Kesetaraan adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi lulusan pada mata pelajaran tertentu secara nasional dan sekaligus sebagai penilaian penyetaraan pada Program Paket B/Wustha setara SMP/MTs dan Program Paket C/Ulya setara SMA/MA.
  16. UN Susulan adalah ujian nasional untuk peserta didik yang berhalangan mengikuti UN karena alasan tertentu yang dapat diterima oleh sekolah/madrasah pelaksana UN dan disertai bukti yang sah.
  17. Nilai Ujian Nasional yang selanjutnya disebut Nilai UN adalah nilai yang diperoleh peserta didik dari hasil UN yang telah ditempuh.
  18. Badan Standar Nasional Pendidikan yang selanjutnya disebut BSNP adalah badan mandiri dan profesional yang bertugas menyelenggarakan UN.
  19. Kisi-kisi UN adalah acuan dalam pengembangan dan perakitan soal UN yang disusun berdasarkan kriteria pencapaian Standar Kompetensi Lulusan, standar isi, dan kurikulum yang berlaku.
  20. Paket naskah soal UN adalah variasi perangkat tes yang paralel, terdiri atas sejumlah butir soal yang dirakit sesuai dengan kisi-kisi UN.
  21. Bahan UN adalah naskah soal, kaset/compact disk (CD) untuk ujian listening comprehension (LC), lembar jawaban UN, berita acara, daftar hadir, amplop, tata tertib, dan pakta integritas pengawas.
  22. Dokumen UN adalah bahan UN yang bersifat rahasia, terdiri atas naskah soal, jawaban peserta ujian, daftar hadir, berita acara, baik dalam bentuk hardcopy maupun softcopy, dan CD untuk ujian LC.
  23. Lembar jawaban UN yang selanjutnya disebut LJUN adalah lembaran kertas yang digunakan oleh peserta didik untuk menjawab soal UN.
  24. Dokumen pendukung UN adalah seluruh bahan UN yang tidak bersifat rahasia, terdiri atas blangko daftar hadir, blangko lembar jawaban, blangko berita acara, tata tertib, pakta integritas, amplop naskah, dan amplop lembar jawaban.
  25. Sertifikat Hasil Ujian Nasional yang selanjutnya disebut SHUN adalah surat keterangan yang berisi Nilai UN serta tingkat capaian Standar Kompetensi Lulusan yang dinyatakan dalam kategori.
  26. Pendistribusian bahan UN adalah rangkaian kegiatan yang tidak terpisahkan dari proses pengiriman, penyerahan dan penerimaan, serta penyimpanan bahan UN yang terjamin keamanan, kerahasiaan dan ketepatan waktu dan tempat tujuan.
  27. Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian dan Pendidikan dan Kebudayaan di tingkat provinsi yang selanjutnya disebut Pokja ULP adalah panitia yang dibentuk oleh Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang bertugas melaksanakan proses pengadaan barang dan jasa untuk penggandaan dan pendistribusian bahan UN.
  28. Prosedur Operasi Standar Ujian Nasional yang selanjutnya disebut POS UN adalah ketentuan yang mengatur penyelenggaraan dan teknis pelaksanaan UN.
  29. Kementerian adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
  30. Menteri adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
  31. Pemerintah adalah pemerintah pusat.
  32. Pemerintah Daerah adalah pemerintah provinsi atau pemerintah kabupaten/kota.



BAB II
PESERTA UJIAN NASIONAL

A. Hak dan Kewajiban Peserta Ujian Nasional
1. Hak Peserta Ujian Nasional

  • Setiap peserta didik pendidikan dasar dan menengah jalur formal dan jalur non formal kesetaraan berhak mengikuti UN dan berhak mengulang sebelum mencapai kriteria cukup yang ditetapkan BSNP.
  • Peserta didik pada pendidikan jalur informal yang terdaftar di satuan pendidikan non formal kesetaraan atau formal berhak mengikuti UN dan mengulang UN sebelum mencapai kriteria cukup yang ditetapkan BSNP.
  • Setiap peserta UN berhak mendapatkan Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN) yang memuat mata pelajaran yang ditempuh dalam ujian dan nilai capaian nya.
  • Peserta UN yang tidak dapat mengikuti UN di satuan pendidikannya karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah, dapat mengikuti UN di sekolah/madrasah lain pada jenjang dan jenis pendidikan yang sama.
  • Peserta UN karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah tidak dapat mengikuti UN utama berhak mengikuti UN susulan.

Baca Juga: Bentuk SHUN
2. Kewajiban Peserta Ujian Nasional

  • Setiap peserta didik pendidikan dasar dan menengah jalur formal termasuk SPK, nonformal kesetaraan dan informal wajib mengikuti UN satu kali untuk seluruh mata pelajaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku tanpa dipungut biaya dalam rangka pengukuran capaian standar kompetensi lulusan secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistemik.
  • Setiap peserta ujian wajib mematuhi tata tertib UN.


B. Persyaratan Peserta Ujian Nasional
1. Persyaratan umum peserta UN

  • Peserta didik telah atau pernah berada pada tahun terakhir pada suatu jenjang pendidikan di satuan pendidikan tertentu.
  • Peserta didik memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada suatu jenjang pendidikan di satuan pendidikan tertentu mulai semester I tahun pertama sampai dengan semester pertama pada tahun terakhir.
  • Peserta didik memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada Pendidikan Kesetaraan.

Dalam rangka penjaminan mutu pendidikan, dinas pendidikan sesuai kewenangannya dapat menetapkan persyaratan tambahan sesuai dengan kebutuhan dan/atau perkembangan pendidikan di daerah.

2. Persyaratan peserta UN dari Pendidikan Formal

  • Peserta didik terdaftar pada SMP/MTs/SMPTK, SMPT, SMPLB, SMA/MA/SMAK/SMTK, SMAT, SMK/MAK, SUPM, SMALB, atau SPK.
  • Peserta didik SMK/MAK Program 4 (empat) tahun yang telah menyelesaikan proses pembelajaran selama 3 (tiga) tahun.
  • Peserta didik yang memiliki ijazah atau surat keterangan lain yang setara, atau berpenghargaan sama dengan ijazah dari satuan pendidikan yang setingkat lebih rendah. Penerbitan ijazah yang dimaksud sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun pelajaran sebelum mengikuti UN, atau sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun pelajaran untuk peserta program SKS.
  • Peserta UN dari program SKS harus berasal dari satuan pendidikan formal yang terakreditasi A dan memiliki izin penyelenggaraan program SKS.


3. Persyaratan peserta UN untuk Pendidikan Kesetaraan
  • Peserta didik terdaftar pada PKBM, SKB, Pondok Pesantren penyelenggara Program Wustha, Program Ulya, atau kelompok belajar sejenis yang memiliki izin.
  • Peserta didik telah mengikuti proses pembelajaran untuk mencapai seluruh kompetensi dasar pada setiap mata pelajaran sesuai dengan Satuan Kredit Kompetensi (SKK) yang telah ditetapkan dalam bentuk tatap muka, tutorial dan pembelajaran mandiri.
  • Peserta didik memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar setiap derajat kompetensi pada masing-masing jenjang pendidikan kesetaraan.
  • Peserta didik dari Program Paket B/Wustha dan Program Paket C/Ulya harus memiliki ijazah atau surat keterangan lain yang setara, atau berpenghargaan sama dengan ijazah dari satuan pendidikan yang setingkat lebih rendah dengan minimum usia ijazah 3 (tiga) tahun.
  • Peserta didik yang terdaftar pada satuan pendidikan non formal yang belum terakreditasi dapat mengikuti UN pada satuan pendidikan non formal atau formal yang terakreditasi yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan sesuai dengan kewenangannya.

4. Persyaratan peserta UN untuk Pendidikan Informal (Sekolah Rumah)
  • Peserta didik terdaftar pada sekolah rumah yang memiliki izin dari Dinas Pendidikan yang berwenang.
  • Peserta didik memiliki laporan hasil belajar lengkap dari pendidik dan/atau satuan pendidikan.
  • Peserta didik terdaftar untuk mengikuti ujian akhir satuan pendidikan pada satuan pendidikan formal atau non formal pada jenjang tertentu yang ditetapkan Dinas Pendidikan sesuai dengan kewenangannya.
  • Peserta mendaftar pada satuan pendidikan formal atau satuan pendidikan non formal pada jenjang tertentu yang ditetapkan Panitia UN Tingkat Kabupaten/Kota untuk mengikuti UN.


5. Persyaratan peserta UN untuk Pendidikan Kesetaraan di Luar Negeri
  • Peserta didik terdaftar pada satuan pendidikan kesetaraan yang telah mendapatkan izin dan memiliki laporan kegiatan tutorial dari lembaga pendidikan non formal.
  • Peserta didik telah mengikuti proses pembelajaran untuk mencapai seluruh kompetensi dasar pada setiap mata pelajaran sesuai dengan Satuan Kredit Kompetensi (SKK) yang telah ditetapkan dalam bentuk tatap muka, tutorial dan pembelajaran mandiri.
  • Peserta didik dari Program Paket B/Wustha dan Program Paket C/Ulya harus memiliki ijazah atau surat keterangan lain yang setara, atau berpenghargaan sama dengan ijazah dari satuan pendidikan yang setingkat lebih rendah dengan minimum usia ijazah 3 (tiga) tahun.
  • Peserta didik memiliki bukti kegiatan pembelajaran dan laporan lengkap penilaian hasil belajar yang sudah dicap dan ditandatangani oleh pimpinan lembaga penyelenggara pendidikan non formal dan diserahkan pada saat mendaftar menjadi peserta UN Pendidikan Kesetaraan kepada Atase Pendidikan atau Konsulat Jenderal untuk diteruskan ke Panitia UN Tingkat Pusat.
  • Dalam hal tidak berada dalam pembinaan Atase Pendidikan atau Konsulat Jenderal, bukti kegiatan pembelajaran dan laporan lengkap penilaian hasil belajar yang sudah dicap dan ditandatangani oleh pimpinan lembaga penyelenggara pendidikan non formal diserahkan pada saat mendaftar menjadi peserta UN Pendidikan Kesetaraan kepada Panitia UN Tingkat Pusat dengan verifikasi dari Direktorat terkait.


C. Pendaftaran Peserta Ujian Nasional
1. Pendidikan Formal
  • Sekolah/Madrasah pelaksana UN melaksanakan pendataan calon peserta.
  • Warga Negara Indonesia yang belajar di sekolah asing di luar negeri dapat mendaftar UN, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah dan/atau instansi yang berwenang di Kementerian Agama.
  • Sekolah/Madrasah pelaksana UN mengirimkan data calon peserta ke pangkalan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dan/atau Education Management Information System (EMIS) Kementerian Agama (Kemenag) dan mengirimkan tembusannya ke Panitia UN Tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangannya.
  • Panitia UN Tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangannya melakukan verifikasi data calon peserta untuk diterbitkan Daftar Nominasi Sementara (DNS) dan mengirimkannya ke satuan pendidikan.
  • Satuan pendidikan melakukan verifikasi DNS dan mengirimkan hasilnya ke Panitia UN Tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangannya.
  • Panitia UN Tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangannya melakukan:
  • pemutakhiran data;
  • penetapan dan pencetakan Daftar Nominasi Tetap (DNT) dan Kartu Peserta Ujian (KPU); dan pengiriman DNT dan KPU peserta UN ke satuan pendidikan.
  • Data peserta Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) dikirim ke Panitia UN Tingkat Pusat.
  • Kepala sekolah/madrasah pelaksana UN menerbitkan, menandatangani, dan membubuhkan stempel sekolah/madrasah pada kartu peserta UN yang telah ditempel foto peserta.


2. Pendidikan Kesetaraan di Dalam Negeri
  • Penyelenggara Program Paket B/Wustha dan Program Paket C/Ulya mendata peserta didik yang memenuhi persyaratan melalui Dapodikmas, Kemdikbud dan mengirimkan tembusannya ke Panitia UN Tingkat Kabupaten/Kota, c.q. Unit pelaksana UN untuk Pendidikan Kesetaraan.
  • Penyelenggara Program Paket B/Wustha dan Program Paket C/Ulya pada Pondok Pesantren mendaftarkan peserta didik yang memenuhi persyaratan ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota. Selanjutnya Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota melakukan entri dan verifikasi data calon peserta dengan menggunakan aplikasi EMIS dan menyerahkannya ke Panitia UN Tingkat Kabupaten/Kota.
  • Unit pelaksana UN untuk Pendidikan Kesetaraan melakukan verifikasi berkas pendaftaran dan menyusun Daftar Calon Peserta.
  • Unit pelaksana UN untuk Pendidikan Kesetaraan mengirimkan Daftar Calon Peserta ke Panitia UN Tingkat Kabupaten/Kota.
  • Panitia UN Tingkat Kabupaten/Kota melakukan entri data calon peserta dengan menggunakan aplikasi yang disiapkan oleh Puspendik.
  • Panitia UN Tingkat Kabupaten/Kota mencetak dan mendistribusikan Daftar Nominasi Sementara (DNS) ke Unit pelaksana dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.
  • Unit Pelaksana UN untuk Pendidikan Kesetaraan dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota melakukan verifikasi DNS dan mengirimkan hasil verifikasi ke Panitia UN Tingkat Kabupaten/Kota.
  • Panitia UN Tingkat Kabupaten/Kota merekapitulasi dan mengirimkan DNS dalam bentuk dokumen elektronik dan cetakan ke Panitia UN Tingkat Provinsi.
  • Panitia UN Tingkat Provinsi mengumpulkan, menggabungkan, menyusun daftar dan merekapitulasi data calon peserta.
  • Panitia UN Tingkat Provinsi menetapkan dan mendistribusikan Daftar Nominasi Tetap (DNT) ke Panitia UN Tingkat Kabupaten/Kota.
  • Panitia UN Tingkat Kabupaten/Kota mendistribusikan DNT ke Unit pelaksana UN Pendidikan Kesetaraan dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.
  • Panitia UN Tingkat Provinsi mengirimkan soft copy DNT ke Panitia UN Tingkat Pusat.
  • DNT yang telah ditetapkan dan dikirim ke Panitia UN Tingkat Pusat sudah tidak dapat diubah lagi.


3. Pendidikan Kesetaraan di Luar Negeri
  • Pelaksana Program Paket B, dan Program Paket C/Ulya mendaftarkan peserta didik yang memenuhi persyaratan dalam bentuk DNS dan mengirimkan DNS ke Atase Pendidikan atau Konsulat Jenderal pada Kantor Perwakilan RI setempat.
  • Atase Pendidikan dan/atau Konsulat Jenderal pada Kantor Perwakilan RI setempat melakukan verifikasi terhadap DNS yang diajukan oleh penyelenggara Program Pendidikan Kesetaraan untuk diteruskan ke Panitia UN Pusat.
  • Pelaksana UN Program Paket B, dan Program Paket C/Ulya di luar negeri yang tidak berada dalam pembinaan Atase Pendidikan atau Konsulat Jenderal pada Kantor Perwakilan RI setempat, menyusun dan mengajukan DNS secara langsung kepada Panitia
  • UN Tingkat Pusat c.q. Puspendik, Kemdikbud RI di Jakarta.
  • Panitia UN Tingkat Pusat melakukan verifikasi DNS dan menetapkannya menjadi DNT. Panitia UN Tingkat Pusat mendistribusikan DNT ke Pelaksana UN
  • Pendidikan Kesetaraan di luar negeri melalui Atase Pendidikan atau Konsulat Jenderal pada Kantor Perwakilan RI setempat.
  • Dalam hal Pelaksana UN Pendidikan Kesetaraan di luar negeri tidak berada dalam pembinaan Atase Pendidikan atau Konsulat Jenderal pada Kantor Perwakilan RI setempat, Panitia UN Tingkat Pusat mendistribusikan DNT secara langsung ke Pelaksana UN Pendidikan Kesetaraan di luar negeri atau melalui Direktorat terkait.
  • Panitia UN Tingkat Pusat menyimpan soft copy DNT.


4. Pendidikan Informal (Sekolah Rumah)
  • Penyelenggara sekolah rumah mendata calon peserta yang memenuhi persyaratan ujian.
  • Penyelenggara sekolah rumah mendaftarkan calon peserta pada satuan pendidikan formal atau satuan pendidikan kesetaraan pelaksana UN yang telah ditetapkan oleh dinas pendidikan sesuai dengan kewenangannya.
  • Satuan pendidikan formal atau satuan pendidikan kesetaraan memproses pendaftaran sesuai dengan prosedur pendaftaran peserta ujian yang ditetapkan dalam POS ini.

Dari keseluruhan penjelasan di atas akan lebih sempurna dan lengkap apabila anda download filenya di bawah ini:
  1. Surat Keterangan Kisi-Kisi USBN Tahun 2018 [ download ]
  2. POS UN Tahun pelajaran 2017/2018 [ download ]


Demikian semoga file ini bermanfaat.

Selasa, 12 Desember 2017

Modul PPK Komite Sekolah, Guru, Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah

Seperti halnya kutipan sambutan Mendikbud untuk mewujudkan Penguatan pendidikan Karakter (PPK) di jenjang sekolah adalah sebagai berikut:


Kata Sambutan.
Bangsa besar adalah bangsa yang memiliki karakter kuat berdampingan dengan kompetensi yang tinggi, yang tumbuh dan berkembang dari pendidikan yang menyenangkan dan lingkungan yang menerapkan nilai-nilai baik dalam seluruh sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Hanya dengan karakter yang kuat dan kompetensi yang tinggilah jati diri bangsa menjadi kokoh, kolaborasi dan daya saing bangsa meningkat sehingga mampu menjawab berbagai tantangan era abad 21. Untuk itu, pendidikan nasional harus berfokus pada penguatan karakter di samping pembentukan kompetensi.

Download

Penguatan karakter bangsa menjadi salah satu butir Nawacita yang dicanangkan Presiden Joko Widodo melalui Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Komitmen ini ditindaklanjuti dengan arahan Presiden kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengutamakan dan membudayakan pendidikan karakter di dalam dunia pendidikan. Atas dasar ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencanangkan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) secara bertahap mulai tahun 2016.

Penguatan Pendidikan Karakter bukanlah suatu kebijakan baru sama sekali karena sejak tahun 2010 pendidikan karakter di sekolah sudah menjadi Gerakan Nasional. Satuan pendidikan menjadi sarana strategis bagi pembentukan karakter bangsa karena memiliki sistem, infrastruktur, dan dukungan ekosistem pendidikan yang tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari perkotaan sampai pedesaan. Sudah banyak praktik baik yang dikembangkan sekolah, namun masih banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan untuk memastikan agar proses pembudayaan nilai-nilai karakter berjalan dan berkesinambungan. Selain itu, sangat diperlukan kebijakan yang lebih komprehensif dan bertumpu pada kearifan lokal untuk menjawab tantangan zaman yang makin kompleks, mulai dari persoalan yang mengancam keutuhan dan masa depan bangsa sampai kepada persaingan global. Kebijakan ini akan menjadi dasar bagi perumusan langkah-langkah yang lebih konkret agar penyemaian dan pembudayaan nilai-nilai utama pembentukan karakter bangsa dapat dilakukan secara efektif dan menyeluruh.

Saya mengucapkan terima kasih kepada Tim yang sudah menyusun dan menerbitkan buku-buku Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang terdiri dari Konsep dan Pedoman PPK, Panduan Penilaian PPK, Modul Pelatihan PPK bagi Guru, Kepala Sekolah, Pengawas dan Komite Sekolah, serta Pedoman Pelaksanaan Pelatihan Calon Pelatih PPK. Buku-buku ini akan menjadi rujukan bagi sekolah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mengimplementasikan penguatan pendidikan karakter di sekolah. Saya berharap PPK dapat terlaksana dengan baik dan menghimbau dukungan orang tua, komite sekolah, pengawas, perguruan tinggi dan masyarakat luas untuk memberikan masukan bagi pelaksanaan dan penyempurnaan kebijakan PPK ini.
BACA JUGA: Contoh Aplikasi Raport PAUD-TK-RA-KB-TPA-SD

Semoga PPK dapat menumbuhkan semangat belajar dan mengoptimalkan potensi peserta didik sehingga menjadi warga negara yang memiliki karakter kuat, mencintai bangsanya dan mampu menjawab tantangan era global. Selamat berkarya.
  1. Presentasi Perumusan Indikator.rtf
  2. Presentasi Perumusan Indikator.pdf
  3. Pedoman Pelaksanaan TOT PPK.rtf
  4. Panduan Penilaian PPK.rtf
  5. Modul PPK bagi Pengawas.rtf
  6. Modul PPK bagi Kepsek.rtf
  7. Modul PPK bagi Guru.rtf
  8. Modul PPK bagi Komite.rtf
  9. Konsep dan Pedoman PPK - Final.rtf
  10. Panduan Penilaian PPK.pdf
  11. Pedoman Pelaksanaan TOT PPK.pdf
  12. Modul PPK bagi Pengawas.pdf
  13. Konsep dan Pedoman PPK - Final.pdf
  14. Modul PPK bagi Komite.pdf
  15. Modul PPK bagi Kepsek.pdf
  16. Modul PPK bagi Guru.pdf
  17. Materi Project Based Learning.ppt
  18. Materi Problem Based Learning.ppt
  19. Materi Discovery Learning.ppt
  20. Konsep dan Pedoman PPK.rtf
  21. Konsep dan Pedoman PPK.pdf
Semoga materi yang kami bagikan ini bermanfaat, mohon maaf apabila kurang berkenan.

Download Gratis Contoh Aplikasi Cetak Raport PAUD-TK-RA-KB-TPA Kurtilas

Contoh Aplikasi Cetak Raport PAUD-TK-RA-KB-TPA Kurtilas

Contoh Aplikasi Cetak Raport PAUD-TK-RA-KB-TPA Kurtilas-yang kami bagikan ini kami khususkan bagi guru-guru yang mengajar di jenjang PAUD-TK-RA-KB-TPA yang seringkali kami dengarkan keluh kesah tentang bagaimana contoh laporan pendidikan (Raport) peserta didik nya.

Akhirnya dengan bantuan website paudjateng kami temukan dan berhasil kami bagikan ulang materi Contoh Aplikasi Cetak Raport PAUD-TK-RA-KB-TPA Kurtilas yang dapat dipergunakan sebagai perbandingan. Banyak kejadian akhir-akhir ini guru PAUD-TK-RA-KB-TPA dalam membuat laporan hasil pendidikan menggunakan tulisan tangan, kasihan juga mereka yang sudah bekerja tanpa imbalan dari pemerintah.
Berikut ini Contoh Aplikasi Cetak Raport PAUD-TK-RA-KB-TPA Kurtilas yang dapat dipergunakan sebagai pembanding:

  1. Contoh Raport TK 5-6 Tahun.xlsx
  2. Contoh Raport PAUD dan Laporan Semester.doc
  3. Contoh Aplikasi Penilaian Kurikulum 2013.xlsm
  4. Contoh Raport PAUD - Laporan Semester - Laporan Perkembangan Anak.doc
  5. Contoh Raport Otomatis TPA 3-4 Tahun.xlsx
  6. Contoh Raport Otomatis TK 4-5 Tahun.xlsx
  7. Contoh Raport Otomatis KB-TPA 2-3 Tahun.xlsx
  8. Contoh Aplikasi Raport PAUD Otomatis Umur 4-5 Tahun.xlsx
Link Alternatif lainnya:
Demikian uraian singkat tentang Contoh Aplikasi Cetak Raport PAUD-TK-RA-KB-TPA Kurtilas semoga bermanfaat.


Sabtu, 09 Desember 2017

Aplikasi Cetak Buku Raport Kurukulum 2013 Edisi Terbaru Jenjang SD/MI

Aplikasi Cetak Buku Raport Kurukulum 2013

Aplikasi Cetak Buku Raport Kurukulum 2013 ini merupakan sebuah terobosan aplikasi yang nantinya dipergunakan untuk mencetak Laporan Hasil Pelaksanaan Pendidikan (Raport) di sebuah Satuan Pendidikan Dasar (SD) pada tahun pelajaran 2017/2018 pada semester ganjil.

Aplikasi ini sangat mudah dipergunakan alias tanpa ribet, sehingga meskipun bapak/ibu guru belum begitu mahir mengoperasikan Komputer, Laptop sekalipun tetap dapat menggunakan Aplikasi ini, Yang akhirnya di saat mencetak yang dimulai dari menginput data, nilai dan segala kebutuhan yang diperlukan dalam Aplikasi Cetak Buku Raport Kurukulum 2013 ini sudah dapat dipastikan akan berjalan dengan lancar.

Mengapa sampai semudah ini ? 
ya ... karena beliau bapak Kang Martho yang sengaja membuat Aplikasi Cetak Buku Raport Kurukulum 2013 sudah dipastikan disesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan, namun Aplikasi Cetak Buku Raport Kurukulum 2013 ini akan lebih mudah lagi apabila sebelum data dan nilai dimasukkan pada Aplikasi diperlukan alat bantu Aplikasi sebagai pendukung dan wajib dipergunakan terlebih dahulu seperti nampak pada ke dua Aplikasi di bawah ini:

  1. Lembar Penilaian Sikap Sosial.xlsx 
  2. Lembar Penilaian Sikap Relegius.xlsx

Apabila bapak/ibu atau pengunjung telah mendapat aplikasi di atas tersebut langkah selanjutnya adalah nilai yang telah dimasukkan pada aplikasi di atas dapat dicopas pada aplikasi di bawah ini dan disesuaikan dengan tinmgkatan kelas masing-masing.

  1. Aplikasi Raport Kelas 5 Semester 1 Revisi 2017 - Final.xlsx 
  2. Aplikasi Raport Kelas 4 Semester 1 Revisi 2017.xlsm 
  3. Aplikasi Raport Kelas 4 Semester 1 Revisi 2017 - Final.xlsx 
  4. Aplikasi Raport Kelas 2 Semester 1 Revisi 2017 - Final.xlsx 
  5. Aplikasi Raport Kelas 1 Semester 1 Revisi 2017.xlsm 
  6. Aplikasi Raport Kelas 1 Semester 1 Revisi 2017 - Final.xlsx 
Link download yang dapat dipergunakan untuk menambah pengayaan referensi juga dapat dilihat berikut ini:
  1. Promes-Prota-Silabus Matematika Kelas 5Kurikulum 2013 Revisi Terbaru
  2. Soal Kelas V SDKurikulum 2013 Revisi 2017 Lengkap Kunci Jawaban
  3. RPP MatematikaKelas 5 Kurikulum 2013 revisi 2017
  4. Soal HOTS IPAKelas 4 SD/MI
  5. Animasi MediaPembelajaran Matematika dan IPA di SD
  6. Aplikasi (KBM)Kriteria Belajar Minimal KK-13 SMP/MTs Revisi 2017
  7. RPP Kurikulum2013 Kelas 5 Tema 1-5
  8. KKM Kelas 1-6Kurikulum 2013 Revisi Terbaru
  9. DaftarNilai Kurikulum 2013 Edisi Terbaru
  10. RPP KurtilasKelas 1 Tema 1-4 Edisi Tahun 2017
  11. RPPKurikulum 2013 Kelas 4 Tema 1-5 Edisi Revisi 2017
Demikian ulasan singkat tentang Aplikasi Cetak Buku Raport Kurukulum 2013 semoga dengan singkatnya uraian tersebut dapat menjadi bahan kajian bapak/ibu semuanya, dan akhirnya besar harapan kami apabila ternyata setelah bapak/ibu mendapattkan aplikasi tersebut dapat membagikan kepada teman yang membutuhkan minimal dapat dibagikan ulang.

Rabu, 29 November 2017

Promes-Prota-Silabus Matematika Kelas 5 Kurikulum 2013 Revisi Terbaru

Selasa, 28 November 2017

Soal Kelas V SD Kurikulum 2013 Revisi 2017 Lengkap Kunci Jawaban

Selamat jumpa dan selamat menikmati hasil karya anak bangsa yang terpajang dalam dunia maya, media sosial ini.

Pada kesempatan emas ini kami hadirkan sebuah materi untuk bapak/ibu guru yang mengajar kelas 5 SD namun diperuntukkan bagi sekolah pengguna kurikulum 2013. Perlu menjadi pemikiran pada penggunaan Kurikulum 2013 masih terdapat berbagai kendala pada bapak/ibu guru terutama dalam penilaian, karena sudah dapat dipastikan bahwa penilaian sampai dengan untuk mencetak Laporan Hasil Penilaian peserta didik menggunakan Aplikasi, artinya guru wajib belajar untuk dapat menggunakan IT.

Dan tidak menutup kemungkinan apabila masih juga belum mahir tentang IT, maka ujung-ujungnya Operator sekolah akan mendapat tugas tambahan untuk mengerjakan laporan hasil belajar yang berupa buku laporan pendidikan (Raport).

Di lain sisi dalam pelaksanaan Penilaian guru diwajibkan pula untuk menyusun kisi-kisi soal yang nantinya akan dipergunakan sebagai pedoman dalam menyusun soal. 

Menindaklanjuti hal tersebutlah akhirnya kami memberanikan diri serta bermaksud untuk membagikan materi khusus untuk guru kelas 5 yaitu Soal Kelas V SD Kurikulum 2013 Revisi 2017  Lengkap Kunci Jawaban yang kami sajikan secara lengkap mulai dari tema 1 sampai dengan tema 5.

Silahkan download Soal Kelas V SD Kurikulum 2013 Revisi 2017  Lengkap Kunci Jawaban pada tautan di bawah ini :

Soal Kelas 5 KK-13 Tema 1 Subtema 1 sampai 3:
Soal Tema 1 Subtema 1.doc 
Soal Tema 1 Subtema 2.doc
Soal Tema 1 Subtema 3.doc 

Soal Kelas 5 KK-13 Tema 2 Subtema 1 sampai 3:
Soal Tema 2 Subtema 1.doc 
Soal Tema 2 Subtema 2.doc 
Soal Tema 2 Subtema 3.doc 

Soal Kelas 5 KK-13 Tema 3 Subtema 1 sampai 3:
Soal Tema 3 Subtema 1.doc 
Soal Tema 3 Subtema 2.doc
Soal Tema 3 Subtema 3.doc  


Soal Kelas 5 KK-13 Tema 4 Subtema 1 sampai 3:
Soal Tema 4 Subtema 1.doc 
Soal Tema 4 Subtema 2.doc
Soal Tema 4 Subtema 3.doc  

Soal Kelas 5 KK-13 Tema 5 Subtema 1 sampai 3:
Soal Tema 5 Subtema 1.doc 
Soal Tema 5 Subtema 2.doc 
Soal Tema 5 Subtema 3.doc 
Link Download lainnya:
Demikian semoga dengan terbagikan materi Soal Kelas V SD Kurikulum 2013 Revisi 2017  Lengkap Kunci Jawaban ini dapat menjadikan kemudahan pekerjaan bapak/ibu guru dalam menyusun dan menyajikan soal kepada peserta didik, sekaligus dapat dipergunakan sebagai dokumen bank soal.